Selasa, 20 Juni 2023

Neurographica Art Therapy

Author: Citra Utami.

Hai! Tau ga sih apa itu Neurographica art therapy?

Neurographica art therapy merupakan metode terapi psikologi yang berbasis seni loh..

Unik kan??

Dalam hal ini bisa dikategorikan sebagai art therapy karena sifatnya yang meditatif. Terapi ini adalah media yang digunakan sebagai solusi bagi seseorang yang mengalami permasalahan psikologis.

Penerapannya cukup mudah, dan kaitannya dalam mengelola kecemasan body image yaitu untuk meditasi, yang menjadi hal terpenting adalah prosesnya, bukanlah hasil karyanya, tetapi justru prosesnya. Hasil karya yang dihasilkan merupakan proyeksi dari dalam diri individu secara spontan dan tidak membutuhkan banyak elemen seperti hanya lukisan maupun ilustrasi. Hasilnya murni sebagai katarsis bagi si pembuatnya.

Unsur Neurographica Art

Unsur terpenting dalam neurographica art adalah penyatuan dua hal yang bersifat material dan non material. Bersifat material karena output-nya berbentuk gambar (grafik). Sementara konsep memulainya non material yang berasal dari permasalahan yang sedang dihadapi. 

Perlengkapan membuat neurographica art

Alat yang dibutuhkan untuk membuat pola sangat sederhana rupanya! Jika tidak ada peralatan lengkap kamu bisa membuatnya hanya dengan kertas putih dan pulpen saja. Namun, jika ingin dibuat lebih menarik kamu bisa menyiapkan alat di bawah ini:

  1. Marker/drawing pen
  2. Pensil warna 
  3. Soft /oil pastel
  4. Watercolor
  5. Gouache
  6. Acrylic
  7. Oil paint, dll.

Cara membuat neurographica art

Teknik ini memprioritaskan perasaan/emosi individu yang membuatnya, sehingga dalam prosesnya yang mengontrol bukan akal tetapi emosi dan alam bawah sadar. Terutama saat membuat garis-garisnya, kamu bebas menggambar pikiran yang akan mengontrol gerakan tangan pada saat membuat garis. 

Kepo kan sama caranya?? Berikut ini step by stepnya!


Neurographica art theraphy juga memiliki hal terpenting dalam proses pembuatanya, ini justru bukan hasil akhir dari simpul-simpul yang kita buat tadi. Tetapi justru saat membentuk titik runcing tersebut menjadi tumpul, hal ini bisa membuat kita akan merasakan relaksasi dalam tubuh.  

Neurographica art theraphy bisa dikaitkan dengan teori Gestalt, yaitu teori bahwa seseorang akan cenderung mengelompokkan apa dia lihat disekitarnya menjadi suatu kesatuan utuh berdasarkan pola, hubungan, dan kemiripan. Jadi, dengan terapi ini seseorang akan lebih bisa merasa rileks saat membuat garis maupun menghitamkan sudut-sudut garis.

Note:
Ini adalah salah satu teknik yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi kecemasan, perlu diketahui bahwa tips ini bisa jadi belum tentu pas di kamu, maka jika dirasa kecemasan tak kunjung usai, segeralah menghubungi profesional!🤗


DAFTAR PUSTAKA

Bogwel, (2022, Agustus 15). Neurographica, seni dan Psikologi. NEUROGRAPHICA, SENI DAN PSIKOLOGI (ewafebriart.com)

Neurographica And Gestalt Principles – Neurographic Academy. (2022, July 17). Retrieved June 24, 2023, from https://neurographicacademy.com/neurographica-and-healing/ 


Body Image (Citra Diri)

Author: Pradnya Pemayun.

Tahukah kalian, apa itu body image?

Banyak orang yang sering membicarakan mengenai body image, tapi tidak banyak orang yang tahu apa sih body image itu?. Menurut Athur (dalam Bimbingan et al., 2017) Body Image adalah citra yang subjektif yang dimiliki seseorang tentang tubuhnya, terutama dalam kaitannya dengan penilaian orang lain dan seberapa baik tubuhnya harus disesuaikan dengan persepsi-persepsi tersebut. Nah, sejalan dengan hal tersebut, Smolak & Thompson (dalam Bimbingan et al., 2017) menjelaskan bahwa tingkat citra tubuh individu digambarkan dengan tingkat kepuasan individu terhadap bagian tubuh dan penampilan secara keseluruhan, dan penerimaan citra tubuh sangat ditentukan oleh pengaruh sosiokultural meliputi empat aspek yaitu: reaksi orang lain, perbandingan dengan orang lain, peran pribadi dan identifikasi dengan orang lain.

    Sedangkan, di sisi lain Burn (dalam Denich & Ifdil, 2015) berpendapat bahwa Body Image adalah gambaran yang dimiliki seseorang tentang dirinya sebagai makhluk yang memiliki fisik, sebelum lanjut ke pembahasan tahukah kalian fisik yang dimaksud itu apa? nahh fisik yang dimaksud disini adalah tipe tubuh remaja, karena pada masa remaja seseorang mengalami pubertas, disini kita dapat mengetahui bahwa remaja memiliki kesiapan untuk menerima perubahan dalam dirinya. 

    Tentunya kalian pasti memiliki citra diri ideal yang diinginkan, termasuk tipe tubuh ideal yang kalian ingin miliki. Namun dengan adanya perbedaan antara bentuk tubuh yang dirasakan individu dan apa yang dianggap sebagai bentuk tubuh idealnya dapat menyebabkan ketidakpuasan terhadap tubuh sendiri. Jadi hati-hati dalam menetapkan bentuk tubuh ideal yang diinginkan ya..

    Hoty dalam sebuah jurnal yang ditulis oleh Nimah tahun 2018 (dalam Denich & Ifdil, 2015) mendefinisikan Body image sebagai sikap seseorang terhadap ukuran, bentuk, dan estetika tubuhnya sendiri berdasarkan evaluasi pribadi dan pengalaman yang valid dari atribut tubuhnya. Tahukah kalian bahwa faktanya Body image tidak statis tetapi terus berubah. Pembentukannya dipengaruhi oleh persepsi, imajinasi, emosi, suasana hati, lingkungan dan pengalaman tubuh. 

    Oleh karena itu, proses perbandingan sosial harus terjadi selama pembentukan body image remaja. Hardi Suryabrata (Denich & Ifdil, 2015 berpendapat bahwa body image bersifat subjektif karena hanya berdasarkan interpretasi pribadi tanpa pertimbangan atau pemeriksaan lebih lanjut terhadap keadaan yang sebenarnya.

    Body image yang buruk dan fokus remaja yang mulai memperhatikan penampilannya didorong oleh beberapa faktor. Body image adalah sikap sadar atau tidak sadar seseorang terhadap tubuhnya. Nahh faktanyaa.. sikap tersebut meliputi persepsi dan perasaan tentang ukuran, bentuk dan penampilan. Tapi disisi lain masih banyak yang belum tahu loh kalau body image itu terbagi menjadi dua, diantaranya body image positif dan body image negatif. 

    Apa sih Body image positif dan negatif itu? Jadi, Body image yang positif adalah evaluasi yang positif, percaya diri, dan nyaman terhadap keadaan fisik seseorang. Sedangkan body image negatif memiliki persepsi negatif tentang bentuk tubuh,ukuran tubuh, ukuran tubuh, kurang percaya diri, dan merasa tidak nyaman dengan tubuh (Indah, Mutiara, 2020).

 Bagaimana jika body image memberikan dampak yang kurang baik untuk kita?

    Body image tentunya akan dapat memberikan dampak yang kurang baik untuk setiap individu. Dampak psikologis body image terhadap individu antara lain, depresi, bulimia nervous, dan dapat juga mengalami body dysmorphic disorder. Lumayan mengkhawatirkan yaa dampaknya. Namun kalian tidak perlu khawatir, karena dampak tersebut dapat diminimalisir dengan cara mengubah konsep berpikir dan berpersepsi positif terhadap bentuk tubuh yang individu miliki (Indah, Mutiara, 2020).

    Apa saja sih faktor ketidakpuasan individu terhadap body image yang dimiliki? ketidakpuasan tersebut, seperti merasa kegemukan akan dapat mendorong individu tersebut untuk melakukan diet yang tidak benar sehingga dapat mendorong seseorang menggunakan steroid anabolik dan obat untuk meningkatkan massa otot. Menurut kalian apakah aman untuk mengkonsumsi obat untuk diet?. faktanya dengan komsumi obat tersebut dapat beresiko menimbulkan kerusakan hati dan ginjal. Jadi kalian jangan coba-coba untuk mengkonsumsi obat ya.. 

    Bagaimana dampak yang diperoleh jika kita memiliki body image positif?, Jika memiliki  Body image positif tentunya dapat mendorong individu untuk berperilaku sehat. Namun body image negatif (ketidakpuasan) dan bisa mendorong individu untuk melakukan pembatasan makanan serta memuntahkan makanan secara sengaja. (Ningsih et al., 2017).


DAFTAR PUSTAKA

Bimbingan, J., Pendidikan, F. I., & Padang, U. N. (2017). Hubungan Body Image dengan Kepercayaan Diri Remaja Putri. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 2(3), 107–113.

Denich, A. U., & Ifdil, I. (2015). Konsep Body Image Remaja Putri. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 3(2), 55–61. https://doi.org/10.29210/116500

Indah, Mutiara, U. M. (2020). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BODY IMAGE PADA PENGGUNA AKTIF INSTAGRAM DI SMA NEGERI 1 SKRIPSI Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Medan Area Oleh : MUTIARA INDAH FAKULTAS PSIKOLOGI.

Ningsih, A., Sari, A. M., & Nurhasanah. (2017). Body Image Remaja. 4. https://media.neliti.com/media/publications/186229-ID-abstract-the-diferences-in-body-image-ba.pdf

Senin, 19 Juni 2023

Kecemasan Body Image: Pengertian, Dampak, dan Solusi Mengatasinya


Author: Angelica Agatha, Ika Palma, & Citra Utami.

Tahukah kamu? 

Kecemasan body image merupakan bentuk kecemasan yang berhubungan dengan citra tubuh seseorang, loh. Menurut Post (1978), kecemasan merupakan kondisi emosional yang tidak menyenangkan untuk dihadapi. Saat cemas kita akan merasa tegang, takut, bahkan khawatir. 

QnA:
"Kira-kira kalau ada seseorang yang cemas dengan citra tubuhnya, apa sih akibatnya?"

Ketika ada seseorang mengalami kecemasan terhadap citra tubuh, maka menyebabkan kekhawatiran yang pada ujungnya berusaha mencari cara menutupi “kekurangan” dalam dirinya yang sebenarnya tidak ada. Mungkin cara yang dilalui terlihat tepat, seperti diet, olahraga, pergi ke klinik kecantikan, mengonsumsi berbagai vitamin dan suplemen anti aging. Tapi ada juga loh, cara kurang tepat yang dilakukan seperti melakukan operasi plastik oleh dokter yang bahkan ga ada pengalaman di bidangnya, nih. Hmmm.. mengkhawatirkan yaa..

"Hm, aku sudah selalu olahraga, memakai body care maupun skincare. Kira-kira hal itu baik atau buruk sih?"

Dalam suatu kondisi, kita memang ingin memperbaiki citra tubuh dengan olahraga, perawatan tubuh maupun kecantikan. Memang hal itu benar membawa dampak baik. Namun, apabila hal-hal tersebut dilakukan dengan berlebihan, akan memberi dampak kurang baik bagi citra tubuh kita, loh. Hingga, akhirnya kita bisa mengalami kecemasan untuk ngobrol atau berinteraksi dengan orang lain dikarenakan adanya perasaan kurang PD dengan fisik kita. 
        
    Nah dari QnA di atas, rupanya citra tubuh merupakan sikap yang pada dasarnya memang dimiliki setiap individu. Ada nih, yang menganggapnya dengan cara negatif maupun positif. Citra tubuh, seringkali dipandang sebagai suatu imajinasi, gambaran, dan evaluasi kita terhadap bentuk tubuh, ukuran tubuh, berat badan, serta aspek lain yang membawa kita pada penilaian positif maupun negatif. Rupanya guys, kecemasan yang timbul pada diri mengenai citra tubuh bisa terjadi karena persepsi atau pandangan orang lain tentang trend bentuk tubuh, loh!

    FYI! Ternyata ada nih fenomena dimana seseorang akan merasa terlalu terobsesi dengan citra tubuh baiknya, sehingga beresiko mengalami Body Dysmorphic Disorder (BDD). BDD adalah tingkat ekstrim dari bagaimana seseorang memandang bentuk tubuhnya, dan memberi dampak negatif pada penurunan prestasi akademis, interaksi dengan sosial, depresi, dan kasus lain yang membutuhkan perawatan psikolog maupun psikiater karena percobaan bunuh diri (selengkapnya mengenai BDD dapat diakses di sini).

(Disclaimer: hindari melakukan diagnosis diri sendiri. Jika merasa diri mengalami hal serupa, segeralah mencari bantuan profesional!)

Jika dilihat dari foto di bawah ini apa yang terlintas di benak kamu?

Credit: Zest Photography

Benar, pastinya terlihat seperti cinta dengan diri sendiri, bukan?

Yuk, mulai terapkan body image positive! Karena body image positive memiliki banyak dampak yang baik, loh!

Berikut ada beberapa hal yang akan di rasakan saat seseorang memiliki body image positive:

  1. Memiliki penerimaan jati diri yang tinggi.
  2. Cenderung merasa puas dan nyaman terhadap kondisi tubuhnya.
  3. Akan memiliki rasa percaya diri dan harga diri yang tinggi.
  4. Memiliki rasa kepedulian terhadap kondisi badan dan kesehatan lainnya dalam diri.
  5. Adanya kepercayaan diri Ketika menjalin hubungan dengan orang lain.
  6. Akan memiliki persepsi yang tepat dan benar terhadap bentuk tubuh.
  7. Menghargai bentuk alamiah dan merasa gembira saat melihat tubuhnya.
  8. Menerima akan tubuh sebagai sesuatu yang unik.
  9. Akan selalu menjaga kesehatan tubuh dan membangun hubungan sosial yang sehat.
  10. Menolak untuk memikirkan hal-hal yang tidak masuk akal.
  11. Pastinya akan memiliki kesehatan mental yang baik.

Sebaiknya kamu mengurangi dan jika bisa menghindari body image negative!

Karena akan memberikan dampak yang buruk juga bagi diri, yaitu:

  1. Cenderung merasa tidak puas dengan dirinya.
  2. Akan merasa malu dengan kondisi tubuhnya yang dapat menyebabkan depresi.
  3. Memiliki harga diri yang rendah bahkan merasa dirinya tidak berharga.
  4. Mengalami distorsi persepsi terhadap bentuk tubuh sendiri.
  5. Mengakui dan meyakini bahwa orang lain lebih menarik.
  6. Merasa ukuran dan bentuk tubuh adalah pertanda kegagalan personal.
  7. Mengalami gangguan makan, gangguan tidur, dan dysmorphic disorder.
  8. Selalu memikirkan komentar yang meremehkan tubuhnya.
  9. Memiliki obsesi yang berlebihan terhadap sesuatu.
  10. Merasa cemas terhadap tubuhnya sendiri.
  11. Jarang memiliki rasa ingin keluar bertemu dengan teman maupun banyak orang.
  12. Cenderung akan merasa iri dengan teman, orang lain ataupun orang yang terkenal.
  13. Sering membandingkan bentuk dan ukuran tubuhnya dengan orang.
  14. Cenderung akan tidak nyaman dan merasa aneh dengan tubuh yang dimiliki.

Credit: Unala Fact

     Apa sih yang bisa kita lakukan untuk mengatasi body image?

     Tentunya Kita yang tidak percaya diri akan bentuk tubuh kita cenderung memiliki body image negatif. Kondisi tersebut tentunya akan mempengaruhi kesehatan mental, seperti munculnya kecenderungan depresi dan kecemasan terutama terkait dengan hubungan sosial. Tidak jarang masalah tersebut akan berdampak pada kondisi yang parah seperti gangguan psikologis. Nah dibawah ini adalah beberapa alternatif atau solusi untuk mengurangi kecemasan terhadap body image diantaranya sebagai berikut:
  1. Fokus terhadap rasa syukur mengenai hal positif yang ada pada tubuh.
  2. Menjaga kesehatan dengan melakukan pola makan yang baik, berolah raga, serta istirahat yang cukup.
  3. Menghargai diri sendiri dengan tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain.
  4. Sempatkan diri untuk melakukan yoga, ini sangat penting untuk pengembangan dan pemeliharaan citra tubuh yang positif. (contoh yoga yang dapat diterapkan)
  5. Fokus pada hal yang positif.
  6. Kuatkan emosi saat menghadapi orang lain.
  7. Perbaiki percaya diri, rasa percaya diri akan muncul ketika kita memiliki pandangan yang baik terhadap kepribadian kita, dan menemukan bahwa orang lain juga merasa nyaman dengan diri kita.
Credit: TikTok @goodshot.id

      Quotes of the day:
    "Semakin kamu mencintai dirimu sendiri, semakin tidak akan ada pengaruhnya apapun omongan negative yang orang lain katakan tentangmu."

Baca Juga - Neurographica Art Therapy

DAFTAR PUSTAKA

Andriani, Rini. “Hubungan Antara Citra Tubuh dan Timbulnya Gejala Gangguan Makan di Kalangan Remaja Wanita”. Skripsi. Fakultas Psikologi UNIKA Atma Jaya. Jakarta. 2004

Halodoc,  dr. G. F. (2020, January 29). Pengaruh body image pada kesehatan mental. halodoc. https://www.halodoc.com/artikel/pengaruh-body-image-pada-kesehatan-mental

Hellosehat. (2021, January 8). Body image Positif Bisa Dibangun Dengan 4 Kiat Jitu Berikut Ini. Hello Sehat. https://hellosehat.com/mental/stres/menerima-kekurangan-diri-membangun-body-image-citra-diri-positif/

Puspasari, L., & Psi, M. (2019). Body Image dan Bentuk Tubuh Ideal , Antara Persepsi dan Realitas1(3), 1–4.

Pramudya, Wildan. “Kumpulan Materi Perkuliahan Filsafat Manusia”. 2008

Riadi, M. (2021, March 31). Body image (Pengertian, aspek, Indikator, Jenis Dan Gangguan). KajianPustaka. https://www.kajianpustaka.com/2021/03/body-image.html?m=1 

Saberina, Cathydja Juliawaty. “Hubungan Antara Locus Control dengan Citra Tubuh Pada Remaja Wanita”. Skripsi. Fakultas Psikologi UNIKA Atma Jaya. Jakarta. 2003

Mengenal Kecemasan

Author: Gita Santi.

·       Apa Pengertian dari Kecemasan itu ?

Kecemasan berasal dari bahasa Latin (anxius) dan dari bahasa Jerman (anst). Menurut Rachmad (2009) kecemasan timbul karena adanya sesuatu yang tidak jelas atau tidak diketahui sehingga muncul perasaan yang tidak tenang, rasa khawatir, atau ketakutan. Kecemasan merupakan reaksi normal terhadap situasi yang sangat menekan kehidupan seseorang. Kecemasan bisa muncul sendiri atau bergabung dengan gejala-gejala lain dari berbagai gangguan emosi. 

FYI, Semua orang pasti mengalami kecemasan pada derajat tertentu, Menurut Peplau, dalam (Muyasaroh et al. 2020) mengidentifikasi empat tingkatan kecemasan, yaitu :

A. Kecemasan Ringan:

Kecemasan ini berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Tanda dan gejala antara lain: perhatian meningkat, waspada, mampu mengatasi masalah secara efektif serta terjadi kemampuan belajar. Perubahan fisik ditandai dengan gelisah, sulit tidur, hipersensitif terhadap suara, tanda vital dan pupil normal.

 B. Kecemasan Sedang: 

Kecemasan sedang memungkinkan seseorang memusatkan pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain, sehingga kita mengalami perhatian yang selektif, namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah. Respon fisik yang biasanya dialami nafas pendek, nadi dan tekanan darah naik, mulut kering, gelisah, konstipasi. 

C. Kecemasan Berat:

 Kecemasan berat sangat mempengaruhi sudut pandang kita, kita cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang detail dan spesifik, serta tidak dapat berfikir tentang hal lain. Semua perilaku ditujukan untuk mengurangi ketegangan. Tanda dan gejala dari kecemasan berat yaitu : berfokus pada hal yang detail, rentang perhatian sangat terbatas, tidak dapat berkonsentrasi atau menyelesaikan masalah, serta tidak dapat belajar secara efektif. Pada tingkatan ini individu mengalami sakit kepala, pusing, mual, gemetar, insomnia(sulit untuk tertidur), sering buang air kecil maupun besar, dan diare. Secara emosi individu mengalami ketakutan serta seluruh perhatian terfokus pada dirinya.

D. Panik: 

Pada tingkat panik dari kecemasan berhubungan dengan ketakutan, dan teror. Karena mengalami kehilangan kendali, orang yang mengalami panik tidak dapat melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. Panik menyebabkan peningkatan aktivitas pada suatu gerakan, menurunnya kemampuan berhubungan dengan orang lain, kehilangan pemikiran yang masuk akal. Tanda dan gejala dari tingkat panik yaitu tidak dapat fokus pada suatu kejadian.

·         Apa saja sih gejala-gejala kecemasan?

Nah, orang yang tergolong normal terkadang mengalami kecemasan yang menampak, sehingga dapat disaksikan pada penampilan yang berupa gejala-gejala fisik maupun mental. Gejala tersebut lebih jelas pada orang yang mengalami gangguan mental. Lebih jelas lagi bagi orang yang mengidap penyakit mental yang parah. Gejala-gejala yang bersifat fisik diantaranya yaitu jari tangan dingin, detak jantung makin cepat, berkeringat dingin, kepala pusing, nafsu makan berkurang, tidur tidak nyenyak, dada sesak,tangan gemetaran. Gejala yang bersifat mental adalah ketakutan merasa akan ditimpa bahaya, tidak dapat memusatkan perhatian, tidak tenteram, ingin lari dari kenyataan.

·         Lalu, faktor apa saja yang menyebabkan kecemasan ?

Kecemasan sering kali berkembang selama jangka waktu dan sebagian besar tergantung pada seluruh pengalaman hidup seseorang. Peristiwa-peristiwa atau situasi khusus dapat mempercepat munculnya kecemasan. Adapun beberapa faktor yang menunjukkan reaksi kecemasan, diantaranya yaitu:

A.    Lingkungan

Lingkungan atau sekitar tempat tinggal mempengaruhi cara berfikir individu tentang diri sendiri maupun orang lain. Hal ini disebabkan karena adanya pengalaman yang tidak menyenangkan pada individu dengan keluarga, sahabat, ataupun dengan rekan kerja.

B.     Emosi yang ditekan

Kecemasan bisa terjadi jika individu tidak mampu menemukan jalan keluar untuk perasaannya sendiri dalam hubungan personal ini, terutama jika dirinya menekan rasa marah atau frustasi dalam jangka waktu yang sangat lama.

C.     Sebab-sebab fisik

Pikiran dan tubuh senantiasa saling berinteraksi dan dapat menyebabkan timbulnya kecemasan. Hal ini terlihat dalam kondisi seperti misalnya kehamilan, semasa remaja dan sewaktu pulih dari suatu penyakit. Selama ditimpa kondisi-kondisi ini, perubahan-perubahan perasaan lazim muncul, dan ini dapat menyebabkan timbulnya kecemasan.

D.    Trauma atau konflik

Munculnya gejala kecemasan sangat bergantung pada kondisi individu, dalam arti bahwa pengalaman-pengalaman emosional atau konflik mental yang terjadi pada individu akan memudahkan timbulnya gejala-gejala kecemasan.

      

                Nah, adapun jenis-jenis kecemasan yaitu :

A.    Kecemasan Rasional

Ini merupakan suatu ketakutan akibat adanya objek yang memang mengancam, misalnya ketika menunggu nilai atau hasil ujian. Ketakutan ini dianggap sebagai suatu unsur pokok normal dari mekanisme pertahanan dasariah kita.

B.     Kecemasan Irasional

Yang berarti bahwa mereka mengalami emosi ini dibawah keadaan-keadaan spesifik yang biasanya tidak dipandang mengancam.

C.     Kecemasan Fundamental

Kecemasan fundamental merupakan suatu pertanyaan tentang siapa dirinya, untuk apa hidupnya, dan akan kemanakah kelak hidupnya berlanjut. Kecemasan ini disebut sebagai kecemasan eksistensial yang mempunyai peran yang mendasar bagi kehidupan manusia.



Nah itu dia tadi sudah dijelaskan terkait pengertian dari kecemasan,tingkat kecemasan,gejala-gejala kecemasan,faktor dari kecemasan serta jenis-jenis kecemasan ya guys..

      

            Quotes of the day :

“Aku yakin kamu pasti bisa melewati hari-hari terberat mu di dalam hidup. Aku sangat bangga dengan mu yang sudah berusaha sampai titik ini. Semangat!”


DAFTAR PUSTAKA
Mellani , NLPK. (2021, April).  BAB II Tinjauan Pustaka. http://repository.poltekkes-denpasar.ac.id/7453/3/BAB%20II%20Tinjauan%20Pustaka.pdf 

Neurographica Art Therapy

Author: Citra Utami. Hai! Tau ga sih apa itu  Neurographica art therapy? Neurographica art therapy merupakan   metode terapi psikologi yang ...